| Best viewed with GOOGLE CHROME |

Sunday, February 19, 2012

Just Shut Up

Jika bersuara itu hanya melukakan,
aku akan diam.
Jika bersuara itu hanya menampakkan kebodohan,
eloklah kiranya aku diam.
Jika bersuara hanya mengeruhkan,
sekali lagi aku diam.

Tapi mana mungkin aku puas,
jika diamku diam memendam?
Pada siapa harus ku lepas,
seluruh lara dan duka saat hati remuk dan redam?

Kata mereka lidahku bisa.
Aku ketawa.
Mengiyakan tidak, menafikan juga tidak.
Andai yang dipertuturkan itu kebenaran,
biar sakit berbisa, janji bukan dusta!

Aku kata suka kalau aku benar suka.
Aku kata marah kalau benar hati sedang terbakar.
Aku kata aku luka kalau memang itu rasanya.
Aku cuma berkata benar.
Bukan niat menangguk di air keruh, apalagi mencanang segala keburukan pada dunia.
Mengadakan yang tidak ada, jauh sekali!

Bukan jenis aku berkata dusta.
Bukan, bukan aku wahai manusia.
Jangan dipermain hati manusia lain dengan kata dusta kau.
Bersubahatlah dengan siapa-siapa, tapi bukan aku!

Diam.
Mungkin aku harus belajar.
Belajar untuk diam.
Mungkin, satu hari nanti, kau kau kau dan engkau akan tahu,
apa harganya kata-kata yang benar.
Biar pedih sakit membunuh, apa yang benar, itulah yang terindah.
Aku akan diam.